Judul: Persahabatan Sejati
Karya: Zacky Yasif
Pagi itu, Zadi bersiap-siap pergi ke sekolah. Ia adalah anak yang baik dan suka menolong, meski tubuhnya lemah dan tidak terlalu percaya diri. Dengan tas di punggung dan semangat yang masih mengumpul, Zadi melangkah menuju sekolah.
Sesampainya di gerbang sekolah, Zadi bertemu dengan Feman, si preman sekolah yang dikenal suka memalak anak-anak. Tubuh Feman besar dan kekar, gayanya selalu sok gaul. Ia mendekati Zadi dengan senyum menyebalkan.
“Hei, Zadi! Siniin tas lo!” bentak Feman.
Zadi ketakutan. Ia tak berani melawan. Dengan terpaksa, ia menyerahkan tasnya. Feman langsung membuka tas itu dan mengambil bekal, pensil, dan penghapus milik Zadi.
Zadi pun duduk di bangku taman sekolah dan menangis diam-diam. Ia merasa sedih dan tidak berdaya.
Tiba-tiba, suara keras terdengar, “Hei Feman! Jangan ganggu Zadi!”
Itu suara Arman, teman Zadi yang dikenal pintar dan cuek. Tapi kali ini, Arman terlihat sangat marah. Ia mengambil sapu yang ada di dekat kantin dan berdiri tegak di hadapan Feman.
“Emangnya lu mau apa?” tantang Feman, menyeringai.
“Gue nggak suka lihat lo nindas orang lain!” balas Arman, lalu bersiap menyerang.
Pertarungan pun dimulai!
Di tengah kekacauan itu, Siti datang. Ia melihat bekal dan alat tulis Zadi tercecer. Dengan sigap, Siti mengumpulkan semuanya dan menyerahkannya kembali ke Zadi.
Setelah beberapa saat, Arman berhasil mengalahkan Feman. Guru-guru yang mendengar keributan datang dan membawa Feman ke ruang kepala sekolah.
Zadi, Arman, dan Siti pun berjalan bersama menuju kelas sambil tertawa kecil. Meskipun pagi itu menegangkan, mereka merasa lebih dekat satu sama lain.
TAMAT
Pesan moral: Jangan pernah memalak atau menindas orang lain. Dan yang paling penting, tolonglah sahabatmu saat mereka membutuhkanmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar